Aku ingin bertemu denganmu lagi

3 September 2011

Sudah empat tahun berlalu sejak aku memberikan surat kepadamu yang mengungkapkan rasa cintaku kepadamu. Aku berharap bisa menjaga rasa cinta itu walaupun persahabatan kita telah putus sekitar tiga tahun yang lalu. Namun kurasakan rasa cinta itu semakin pudar apalagi setelah aku jarang bertemu denganmu. Sekitar dua tahun yang lalu aku sudah bisa memaafkanmu dan kau pun sudah mau memaafkanku ketika kita kembali mengobrol pada masa Pemilu Raya Keluarga Mahasiswa ITB tahun 2010. Saat itu aku sudah sulit mengeluarkan air mataku untuk menunjukkan rasa cinta itu. Perasaan ini sudah tidak sekuat dulu lagi, tetapi aku tetap mencoba berbuat sesuatu kepadamu semampuku agar kau kembali seperti yang kuinginkan dulu. Maaf saat itu aku belum sanggup menjawab argumenmu dengan baik ketika aku mencoba berdebat denganmu. Aku saat itu tidak mau mengakui kekalahanku karena aku tidak ingin kau tetap seperti itu. Lalu kita kembali bertemu ketika penghitungan suara. Itulah terakhir kalinya aku mengungkapkan perasaanku kepadamu. Kukatakan kepadamu saat itu bahwa itu adalah usahaku terakhir sebelum aku lulus kuliah karena setelah itu aku ingin fokus mengerjakan tugas sarjanaku. Setelah itu kita belum pernah bertemu lagi.

Setelah beberapa pekan berlalu, sekitar bulan Mei 2010, aku mengenal seorang teman yang dapat menyakinkan diriku untuk kembali berdiskusi denganmu. Aku mendapat argumentasi yang memuaskan darinya, tetapi aku tidak berniat mengurusimu dulu karena aku khawatir mengganggu usahaku untuk mengerjakan tugas sarjanaku. Berbulan-bulan aku berdiskusi dengannya. Ia adalah orang yang bisa mengobrol selama berjam-jam dan berkali-kali denganku membahas suatu permasalahan seperti yang pernah kita lakukan dulu. Permasalahan dirimu yang dulu pernah kauceritakan kepadaku kuceritakan kepada temanku itu. Dan aku mendapat jawaban yang memuaskan darinya. Pengetahuanku semakin bertambah, dan aku pun memperbaiki cara pandangku terhadap kehidupan ini. Dalam kondisiku seperti itu sebenarnya aku ingin bertemu lagi denganmu, tetapi kau sulit diketahui keberadaannya. Aku bertanya kepada temanmu dan katanya kuliahmu bermasalah. Aku sebenarnya ingin membantumu tetapi aku sendiri sedang menghadapi masalah dalam mengurusi tugas sarjanaku. Pada awal tahun ini kudengar kau sudah bekerja di Jakarta. Untuk bisa menemuimu, aku ingin mencoba ke rumahmu. Aku ingin kembali mengurusimu tetapi aku harus bersabar hingga aku selesai mengerjakan tugas sarjanaku.

Pada tanggal 20 Maret 2011 akhirnya aku dinyatakan lulus setelah melaksanakan sidang tugas sarjana. Maka setelah itu kupikirkan rencana ke depan untuk kembali mengurusimu. Pada tanggal 18 Mei 2011 akhirnya aku bisa ke rumahmu, bertemu dengan kedua orang tuamu untuk mengetahui lebih jelas tentang keadaan dirimu sekalian mengetahui kabar keluargamu. Di sana aku lebih banyak mendengar uneg-uneg mereka tentang dirimu. Aku jarang menceritakan keadaan dirimu kepada mereka kecuali sebatas tentang keadaan kuliahmu. Pada tanggal 6 Juli 2011 aku kembali datang ke rumahmu. Kata orang tuamu kau baru datang ke sana beberapa hari sebelumnya. Pada malam harinya aku meneleponmu, dan ternyata kau menerimanya sehingga aku bisa kembali berkomunikasi lagi denganmu setelah sekitar setahun lamanya kita tidak berkomunikasi. Aku masih ingin menemui dan mengobrol denganmu untuk mengetahui keadaanmu saat ini.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.