Menyikapi Berbagai Macam Harokah

18 Juni 2011

Ini adalah tulisan pertamaku tentang harokah. Yang kutahu, harokah merupakan Bahasa Arab yang artinya pergerakan. Namun kita (orang Indonesia) biasanya menggunakan kata harokah pada pergerakan-pergerakan Islam saja dalam bentuk organisasi. Dan yang namanya organisasi pasti ada pemimpinnya yang mengambil kebijakan tentang arah organisasi itu ke depannya. Pergerakan Islam ini bisa muncul karena ada sekelompok orang yang ingin memperjuangkan nilai-nilai Islam yang masih belum terwujud. Sebenarnya pergerakan Islam sudah muncul sejak lama, tetapi terlihat gencar setelah runtuhnya kekhilafahan.

Saat ini adanya berbagai harokah terlihat seperti ada kelompok-kelompok dalam Islam, tetapi kelompok-kelompok ini berbeda dengan kelompok-kelompok yang terpecah-pecah dalam umat Islam yang pernah ada sebelumnya, yaitu Khawarij, Syiah, Mu’tazilah, Jahmiyah, Asy’ariyah, dan yang semisalnya. Munculnya berbagai macam aliran itu yang membuat mereka terpecah-pecah karena ada perbedaan keyakinan dalam hal aqidah. Setiap mereka merasa bangga dengan golongannya karena menganggap golongannya sendiri yang benar. Dalam kondisi seperti itu, seorang muslim harus berusaha mencari tahu bagaimana pemahaman aqidah Islam yang benar. Oleh sebab itu setiap muslim dituntut mencari ilmu agama agar dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Begitu pula dengan kondisi saat ini, banyaknya aliran-aliran dapat membuat kita bingung jika kita tidak berilmu.

Di tengah-tengah kelompok Islam yang bermacam-macam pada saat ini bukan berarti kita menganggap hanya satu kelompok yang benar dan yang lainnya salah. Sebagian kelompok Islam yang berkembang saat ini bukan terjadi karena ada perbedaan aqidah di antara mereka, tetapi lahir karena ada perbedaan cara menegakkan kembali syari’at Islam di masyarakat. Mereka itulah yang disebut sebagai harokah. Jadi, latar belakang terbentuknya berbagai macam harokah berbeda dengan latar belakang terbentuknya berbagai macam aliran yang menyimpang. Dan biasanya harokah tidak mengklaim hanya kelompoknya sendiri yang benar, tetapi mereka merasa kelompoknyalah yang melakukan cara terbaik dalam menegakkan kembali syari’at Islam. Memang ada sebagian kelompok yang menyatakan ada penyimpangan aqidah pada beberapa harokah, tetapi itu bukan hal utama berdirinya harokah itu. Penyimpangan itu terjadi biasanya karena ketidaktahuan mereka. Oleh sebab itulah mereka tidak berani mengklaim hanya kelompoknya sendiri yang benar karena mungkin ada kekurangan ilmu dalam hal itu. Perhatian mereka terfokus pada bagaimana syari’at Islam dapat kembali tegak sehingga kadang-kadang meninggalkan ilmu tentang cara berislam itu sendiri yang mungkin mereka menganggapnya kurang penting.

Telah disinggung sebelumnya bahwa pergerakan Islam sudah muncul sejak lama. Di antara pergerakan itu ada yang muncul hanya dalam beberapa tahun saja ada juga yang berdiri cukup lama. Pergerakan Islam yang muncul hanya dalam waktu singkat biasanya terjadi akibat adanya ketidakadilan atau penindasan. Setelah penindasan itu berakhir pergerakan itu pun hilang atau berubah fungsi. Sedangkan pergerakan Islam yang berdiri cukup lama biasanya mereka memiliki cita-cita yang sangat besar. Namun seiring berlalunya waktu dan bergantinya pemimpin-pemimpin mereka, suatu pergerakan sulit menjaga idealisme mereka untuk mewujudkan cita-cita besar yang pernah dibuat oleh para pendahulu mereka. Bahkan adanya intervensi dari luar dan masuknya penyusup yang ingin menghancurkan atau mengacaukan pergerakan Islam dapat membuat pemimpin suatu pergerakan mengubah haluannya karena idealismenya telah luntur. Akibatnya pergerakan itu dapat ditinggalkan oleh anggotanya sendiri yang masih menjaga idealismenya.

Jadi, kesimpulannya kita jangan mengecap harokah-harokah itu salah secara keseluruhan dan meninggalkan mereka, apalagi menghina atau menjelek-jelekkan mereka. Da’wahilah mereka kalau kita menganggap ada kesalahan pada mereka, tetapi jangan memaksakan pendapat kita kepada mereka! Kewajiban kita hanyalah berda’wah, bukan memberi hidayah. Selain itu, ingatkanlah mereka agar tetap menjalankan nilai-nilai Islam yang telah mereka yakini! Jangan biarkan mereka meninggalkan nilai-nilai Islam karena mengikuti syubhat atau syahwat ketika mereka berinteraksi dengan lingkungan mereka! Dan di sisi lain sebagai pengikut harokah, kita jangan mengabaikan nasihat dari orang luar dan menganggap mereka sok tahu, karena sebenarnya merekalah yang dapat kita jadikan untuk meluruskan pemahaman kita. Kita sebagai umat Islam diperintahkan untuk saling menasihati. Semoga kita selalu Diberi petunjuk oleh Allah untuk tetap berada pada jalan yang lurus.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.