Akhirnya aku ikut Siaware juga

1 Agustus 2010

Aku masih belum efektif dalam menjalani hidup. Kehidupanku banyak terisi dengan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif, hanya diam tidak mengerjakan apa-apa dan terlalu banyak tidur. Rasa malasku yang masih kuat membuatku tetap berbaring di kasur memilih untuk tidur daripada bangkit untuk melakukan sesuatu. Aku malas mengerjakan sesuatu. Aku ingin berubah, tetapi salah satu karakterku adalah sulit berubah, ingin tetap melakukan kebiasaan-kebiasaan lamaku. Sudah bertahun-tahun aku mencoba untuk memperbaiki sikapku ini, tetapi aku masih belum berhasil. Bahkan beberapa orang yang mencoba mengubah diriku bisa dianggap sudah menyerah karena aku cenderung mempertahankan sikap. Ketika tingkat 1 aku tinggal di rumah saudara jauh. Di sana aku dididik oleh saudaraku. Aku memang lebih produktif saat itu, tetapi saudaraku sering mengeluhkan sikapku yang susah untuk disuruh mengerjakan sesuatu. Perlu energi yang besar untuk mengubah diriku. Masalahku ini juga kuceritakan kepada seniorku yang namanya sama denganku. Aku sudah mengenalnya sejak awal masuk ITB. Aku suka diajak ngobrol olehnya ketika aku bertemu dengannya. Ia mengetahui tentang diriku dan ingin mengubah diriku.

Sejak tingkat 2 aku tinggal bersama teman-teman yang satu prodi (program studi) denganku. Aku sering berkata, “Aku tidak tahu siapa yang bisa membuatku berubah”. Orang-orang mengatakan bahwa yang bisa mengubah diriku hanyalah diriku sendiri. Akan tetapi, beberapa bulan setelah itu salah seorang seniorku merasa tertantang. Ia berkata kepadaku, “Dulu kamu pernah bilang kamu bingung siapa yang bisa mengubah kamu. Aku menerima tantangan kamu. Aku akan membuat kamu berubah”. Aku sering mengobrol dan menjelaskan masalahku kepadanya. Dan ternyata ia benar-benar berbuat sesuatu untuk mengubah diriku. Setelah mengetahui kelemahanku dan keinginanku untuk berubah, ia pun mengajakku ikut training Siaware (Self Insight Awareness Training).
Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.