Awal tahun lalu (2009) pada semester genap aku mengambil mata kuliah Tugas Sarjana I, atau lebih dikenal oleh orang-orang dengan istilah TA (Tugas Akhir). Alasan utama aku mengambil mata kuliah ini bukanlah karena aku sudah memulai mengerjakan Tugas Sarjana, tetapi agar aku terpacu untuk mulai mengurusinya. Aku baru mengambil mata kuliah ini setelah sebelumnya aku mengambil mata kuliah Biomekanika karena aku ingin tugas sarjanaku berhubungan dengan Biomekanika. Aku mengajukan topik tentang Biomimikri/Biomimetika, yaitu teknologi yang meniru makhluk hidup. Bahasan seperti ini mungkin belum pernah dilakukan sebelumnya di ITB.
Setengah semester telah berlalu tetapi aku belum melakukan apa-apa untuk mengurusi Tugas Sarjana. Pada akhir semester itu aku pun memberanikan diri menemui dosen. Dosen yang pertama kali kutemui adalah dosen Biologi untuk mendapatkan masukan dan inspirasi. Setelah itu aku baru menemui dosen dari program studiku yang akan kujadikan sebagai dosen pembimbingku. Aku memilih dosen itu karena sebelumnya beliau pernah membimbing Tugas Sarjana tentang Biomekanika. Beliau pun bersedia membimbingku dengan topik yang kuajukan itu, tetapi aku diminta untuk mencari literaturnya dulu sendiri tentang hal itu karena beliau tidak memfokuskan penelitiannya ke arah sana. Setelah literaturnya didapat baru akan didiskusikan bersama. Kemudian aku mencari bahasan tentang hal itu melalui internet dan berkonsultasi dengan dosen Biologi yang pernah kutemui itu.
Beberapa pekan kemudian aku kembali menemui dosen pembimbingku. Aku mengatakan kepadanya bahwa sulit mendapatkan penjelasan secara rinci tentang teknologi yang meniru makhluk hidup, dan aku pun masih bingung apa yang mau kutiru. Lalu beliau menawarkan beberapa alternatif, salah satunya adalah tentang kawat gigi, tetapi aku menolaknya, aku masih ingin berusaha mencari topik yang kuinginkan tersebut. Semester genap telah berlalu. Nilaiku T (Tunda) pada mata kuliah Tugas Sarjana I. Beberapa kali aku diminta untuk tidak terlalu ideal dalam menentukan topik tugas sarjanaku, baik oleh dosen pembimbingku, ayahku, maupun beberapa temanku.
Pada semester berikutnya aku mengambil mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Hewan untuk mendapatkan inspirasi. Aku pun mengambil mata kuliah Biofisika. Aku pernah menanyakan topik tugas sarjanaku kepada dosen mata kuliah Biofisika yang berasal dari Fisika, tetapi beliau tidak menawarkan contoh rancangan yang sebaiknya ditiru. Aku kembali menemui dosen pembimbingku. Aku kembali dinasihati oleh beliau, “Jika kamu terus seperti ini yang tidak ada kemajuan, kapan kamu akan lulus? Kamu jangan terlalu ideal. Kamu juga harus memperhatikan kondisimu.” Begitulah kira-kira yang dikatakan beliau. Aku juga disarankan oleh dosen Biologi yang pernah kutemui itu bahwa untuk mengerjakan Tugas Sarjana sebaiknya aku menerima topik dari dosenku, tentang keinginanku untuk memperdalam Biomimikri/Biomimetika bisa dilakukan setelah lulus. Aku pun mengatakan kepada dosen pembimbingku bahwa jika dalam satu bulan ini aku masih belum bisa menetapkan secara spesifik tentang topik yang kuinginkan tersebut, aku akan menerima topik dari beliau.
Pencarianku dilanjutkan dengan menemui dosen olahraga yang pernah mengajar mata kuliah Biomekanika. Aku meminta topik darinya. Aku sempat tertarik dengan topik yang ditawarkan. Setelah kupikir-pikir, aku memilih topik yang ditawarkan oleh dosen pembimbingku karena lebih sesuai dengan keinginanku dibandingkan dengan topik yang ditawarkan oleh dosen olahraga. Akhirnya setelah libur Idul Fitri, sekitar sehari sebelum dosen pembimbingku pergi ke Jepang selama sebulan, aku mengatakan kepadanya bahwa aku menerima topik darinya, yaitu tentang kawat gigi. Aku ingin menekankan pada analisis giginya, bukan kawatnya.
Ditulis oleh Firman Ahmad